Selain makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, asupan Vitamin dan Mineral yang memadai adalah fondasi yang sering terabaikan namun krusial bagi kesehatan dan performa puncak atlet. Mikro-nutrisi ini bertindak sebagai ko-faktor dalam ribuan reaksi biokimia dalam tubuh, mulai dari produksi energi, fungsi kekebalan tubuh, hingga perbaikan dan pembentukan tulang. Atlet, karena tuntutan fisik yang tinggi dan stres oksidatif yang meningkat akibat latihan intensif, memiliki kebutuhan Vitamin dan Mineral yang seringkali lebih tinggi daripada populasi umum. Kekurangan sekecil apa pun dalam nutrisi ini dapat mengganggu pemulihan, menurunkan imunitas, dan meningkatkan risiko cedera.
Dua peran utama Vitamin dan Mineral dalam tubuh atlet adalah mendukung sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan tulang. Vitamin C, E, dan A, bersama dengan mineral Seng (Zinc) dan Selenium, bertindak sebagai antioksidan kuat yang melawan radikal bebas yang diproduksi selama latihan intens. Latihan berat dapat menekan sementara fungsi kekebalan tubuh, meninggalkan “jendela” di mana atlet rentan terhadap infeksi. Konsumsi Vitamin C yang cukup, misalnya, telah terbukti mengurangi durasi dan keparahan gejala flu pada beberapa studi, meskipun tidak mencegah infeksi. Dokter tim medis di Pusat Pelatihan Atlet pada hari Rabu, 17 Desember 2025, sangat menganjurkan suplemen Vitamin D dan C untuk atlet yang sering bepergian dan terpapar lingkungan baru.
Untuk pencegahan cedera, fokus utama adalah pada Vitamin D dan Kalsium. Kalsium adalah mineral utama yang membentuk struktur tulang, sedangkan Vitamin D sangat penting untuk penyerapan Kalsium yang efektif. Atlet, terutama atlet wanita, yang memiliki asupan Vitamin D dan Kalsium yang rendah berisiko tinggi mengalami Stress Fracture (retak tulang akibat tekanan berulang). Tingkat Vitamin dan Mineral ini perlu dipantau secara ketat, terutama bagi atlet yang berlatih di dalam ruangan atau di wilayah dengan paparan sinar matahari terbatas.
ShutterstockSelain itu, B-Kompleks (B6, B12, dan Folat) memegang peran vital dalam metabolisme energi dan pembentukan sel darah merah, yang bertanggung jawab membawa oksigen ke otot. Kekurangan B12, misalnya, dapat menyebabkan anemia, yang secara langsung mengurangi daya tahan dan energi atlet. Vitamin dan Mineral harus diperoleh terutama dari diet seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak. Suplemen hanya boleh digunakan jika ada defisiensi yang terbukti melalui tes darah. Menerapkan diet seimbang seperti yang direkomendasikan dalam panduan gizi terstruktur membantu memastikan semua kebutuhan mikro-nutrisi terpenuhi.
