Penyelenggaraan event olahraga skala besar seringkali dihadapkan pada perubahan jadwal, kebutuhan tak terduga, dan tuntutan koordinasi yang kompleks. Pertanyaan penting yang perlu dijawab adalah seberapa efisien agile management—sebuah pendekatan manajemen iteratif yang biasa digunakan dalam pengembangan perangkat lunak—dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan event olahraga di KONI Jabar. Penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh KONI Jabar menunjukkan bahwa penerapan metodologi tangkas ini, dengan siklus perencanaan singkat (sprint), rapat evaluasi harian (daily stand-up), dan papan visual kemajuan, mampu mengurangi waktu koordinasi hingga 40% dan memungkinkan tim responsif terhadap masalah seperti perubahan cuaca atau ketersediaan venue secara real-time. Melalui penerapan agile management event, terungkap bahwa pendekatan ini meningkatkan kepuasan tim kerja dan pemangku kepentingan karena masalah dapat diselesaikan lebih cepat dan transparan.
Agile management memecah pekerjaan besar menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dikelola dalam periode waktu tetap (sprint 1-2 minggu). Setiap hari dilakukan pertemuan singkat untuk membahas kemajuan, kendala, dan rencana ke depan. Penelitian ini membandingkan penyelenggaraan dua event serupa di Jabar: satu menggunakan agile management dan satu menggunakan metode perencanaan tradisional (waterfall). Hasilnya menunjukkan bahwa event dengan agile berhasil diselesaikan 20% lebih cepat, dengan anggaran yang lebih terkendali karena penyesuaian dilakukan secara bertahap.
Salah satu temuan penting adalah bahwa agile management sangat cocok untuk event yang memiliki tingkat ketidakpastian tinggi, seperti turnamen dengan peserta yang berubah-ubah. Kemampuan untuk beradaptasi cepat menjadi nilai tambah utama. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi penyelenggaraan olahraga tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang filosofi manajemen yang tepat. Temuan ini mendorong KONI Jabar untuk mengadopsi agile management sebagai standar dalam perencanaan event-event besar, serta melatih staf dan pengurus dalam prinsip-prinsip tangkas.
Lebih jauh, penelitian ini juga menyoroti potensi agile management untuk meningkatkan kolaborasi antar departemen (akomodasi, transportasi, keamanan, dan kompetisi) yang seringkali berjalan sendiri-sendiri. Dengan memahami metodologi manajemen event, Jabar dapat menjadi contoh bagaimana pendekatan manajemen modern dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi penyelenggaraan kejuaraan olahraga di Indonesia.
