Program pelatihan kewirausahaan ini mencakup berbagai bidang, mulai dari manajemen bisnis kuliner, pengelolaan fasilitas olahraga, hingga pemasaran digital untuk produk UMKM. Para atlet diajarkan bagaimana menyusun rencana bisnis yang berkelanjutan, mengelola arus kas, dan mencari mitra investor. Langkah ini sangat krusial agar modal yang mereka kumpulkan selama menjadi atlet berprestasi—seperti bonus kemenangan atau uang pembinaan—dapat dikelola menjadi aset produktif yang menghasilkan pendapatan jangka panjang. Pelatihan ini melibatkan para praktisi bisnis sukses dan akademisi untuk memastikan materi yang diberikan benar-benar aplikatif di dunia nyata.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat terus berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada pencapaian medali, tetapi juga pada aspek Kesejahteraan KONI Jabar bagi para pahlawan olahraga setelah mereka gantung sepatu. Fenomena atlet yang mengalami kesulitan ekonomi pasca-masa keemasan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Oleh karena itu, diluncurkanlah program transisi karir yang dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan baru di luar arena pertandingan. Sebagai bagian dari modernisasi organisasi, para atlet kini juga didorong untuk memanfaatkan sistem keanggotaan digital guna mempermudah akses informasi mengenai program bantuan dan pelatihan kewirausahaan. Melalui sistem keanggotaan atlet yang terintegrasi, setiap individu dapat memantau perkembangan kompetensi mereka secara mandiri dan transparan.
Perhatian terhadap kondisi atlet di masa transisi ini mencerminkan rasa kemanusiaan yang tinggi dalam sistem olahraga Jawa Barat. Menghadapi masa pensiun seringkali menimbulkan tekanan psikologis bagi atlet yang seluruh hidupnya hanya didedikasikan untuk latihan fisik. Dengan adanya wadah wirausaha, mereka memiliki tujuan baru yang menantang dan produktif setelah tidak lagi berkompetisi di tingkat nasional. Banyak atlet yang akhirnya sukses membuka akademi olahraga sendiri atau toko perlengkapan olahraga berkat bimbingan ini. Hal ini membuktikan bahwa disiplin dan mental juara yang mereka miliki di lapangan sangat relevan jika diterapkan dalam mengelola sebuah perusahaan.
KONI Jawa Barat juga menjalin kerjasama dengan berbagai instansi perbankan dan lembaga keuangan untuk memberikan akses permodalan yang mudah bagi para “atlet-preneur” ini. Sertifikat prestasi olahraga dapat dijadikan salah satu pertimbangan dalam penilaian kelayakan kredit usaha. Selain itu, jaringan luas yang dimiliki KONI digunakan untuk membantu mempromosikan bisnis para atlet agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Sinergi ini menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian ekonomi, sehingga atlet tidak lagi merasa khawatir akan masa depan mereka setelah fisik tidak lagi mampu menopang performa di arena pertandingan yang kompetitif.
